Subscribe Us

Advertisement

Katika Kamu Kelelahan, Mendekatlah Hati dan Jiwamu Kepada Tuhan atas Segala Hal

Dalam sehari saja, dunia terasa begitu sempit sebab manusia memang sukanya mengejar bukan dikejar. Lalu pada pukul 12 siang jam pas tanpa kurang dan lebih, kepalaku hampir terpental jauh.

Buru-buru aku turun ke lantai basement dan ku siram wajah dengan air mengalir di tempat wudhu. Dengan niat tulus, aku hadapkan wajahku kepada Tuhan sang pencipta alam semesta dan segala isinya. Ku lantunkan do'a dan shalawat serta terus bermunajat kepada-Nya.

Bahwa aku menguatkan diri, segala masalah baik kecil maupun besar ada Allah SWT yang senantiasa menyelesaikannya. Bahwa masalah yang besar sekalipun, ada Allah SWT yang Maha Besar dari apapun di dunia ini.

sumber gambar : Dua Jendela


Maka, perlahan aku bersujud, berharap dengan penuh keyakinan bahwa semua masalah dan keruwetan di kepala akan segera berakhir. Namun, bayang-bayang itu masih tetap ada, berkeliling sampai do'aku pun ku ulang berkali-kali. 

Sampai pada akhirnya aku sadar, bahwa ini bukan lagi soal masalah tapi ketidaknyamanan hati dan kegalauan rasa. Maka aku putuskan saat itu untuk lanjut makan siang walau masih dengan kepala yang pusing bin agak mual perut diisi asupan.



Lalu, aku lanjutkan aktivitas hari-hari seperti biasa sampai tiba sore dan tetap dengan rasa diam di dalam kendaraan umum bahwa aku seperti ini apakah karena high pressure atau karena ini bukan tempatku lagi untuk kulanjutkan ?

Dan sesampainya di rumah aku hajar dengan aku berbicara kepada Tuhan melalui Kalam illahi-Nya, dan pada saat itulah aku berhasil menemukan ketenangan yang tidak akan pernah aku temui di manapun ketika kegundahan hati melanda.


Post a Comment

0 Comments