❤Namanya memang hanya terdengar ejaan satu kata, namun kasih sayangnya tidak bisa diukir dalam jutaan kosakata. Sosok laki-laki tertua kedua setelah bapak adalah kakak.
Dari kecil dia sudah telaten dan tekun dalam berbagai hal dan persis ramahnya adalah dari tepaan lingkungan yang mendewasakan. Ingat sekali, kala itu kakak sangat pemalu bahkan untuk main ke rumah teman pun enggan, namun saat memasuki usia dewasa, dia begitu berubah menjadi sosok yang sangat ramah, peduli pada semua orang, merangkul semua kalangan tanpa memandang apa yang melekat pada diri mereka.
Betapa didewasakannya beliau saat itu, ketika kedua adiknya masih kecil dan Tuhan memberinya kesempatan merantau jauh tanpa bekal materi yang cukup namun teriring doa dan attitude yang Ibu dan Bapak berikan.
Hingga usia remaja dihabiskan untuk bekerja, menyambung kembali cita-citanya yang diteruskan oleh adiknya dengan dan melalui pendidikan sampai jenjang atas.
Entah memori tahun kapan, persisnya aku lupa ya. Waktu itu saat awal kepulangan dari merantau, kakak ini selalu berusaha membelikan apa saja untuk hiburan kami di rumah yang masih bergaya sederhana dan hangat sekali di dalamnya.
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞
Sebuah DVD dan kaset film yang akan kami suka selamanya, yaitu "NARNIA". Ini adalah film pertama yang tanpa sengaja kami tonton bertiga dengan serius walau dialognya bahasa Inggris tapi kami memahami alur dan jalan ceritanya. Kisah 4 siblings yang saling menjaga, akhirnya menjadi inspiratif di dunia nyata. Karena setiap ada cuplikan Narnia di media sosial, memori akan kami siblings era sangat kental terasa waktu kecil dulu. Dan saat kami kami bertiga memasuki usia dewasa, kebersamaan itu masih terus ada dan dengan versi bijaksananya masing-masing. Silaturahmi, menopang satu sama lain, saling memberi dan tidak pernah lari dari rasa peduli.
Bagiku, dia bukan hanya sekadar kakak, tapi juga sosok ayah di perantauan ibu kota. Dari awal aku memutuskan hijrah ke Jakarta, dia adalah satu-satunya yang memastikan aku aman, terjaga dan tidak merasakan pahitnya ibu kota.
Dalam kalimat terakhir yang aku tulis ini, aku sangat berterima kasih buat Kakak-ku ini, atas dedikasinya, kasih sayang dan segala pengorbanannya. Semoga apa yang di cita-citankan lekas terlaksana dan Tuhan memberi banyak bahagia bersama orang yang dicintai dan mencintainya.
Best regard, from your sister.

0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)