Merencanakan jodoh dengan memilih dan mengupgrade diri
Dalam beberapa perkara hidup, kita akan dihadapkan pada rencana dan takdir. Rencana memang bisa kita atur sedimikian rupa, namun takdir?
Siapa yang bisa menggapainya selain Tuhan.
Tidak pernah terbesit sekalipun bahwa ada salah satu dalam anggota keluarga yang akan dipersunting oleh orang asing. Bukan dari beda daerah, suku atau bahasa, tapi ini berbeda dalam segalanya.
Iyah, adik kami telah bertemu dengan jodohnya dengan cara yang Tuhan atur sangat unik.
Seorang laki-laki yang saat ini telah masuk dalam keluarga kami, menjadi adik ipar kami dan berlahan berbaur dengan orang-orang di daerah kami. Dia berasal dari negara yang sangat jauh dijangkau oleh waktu dan biaya, sulit dijangkau oleh akal yang selalu bertanya-tanya,
"kok bisa adikku ini berjodoh dengannya."
Laki-laki ini, yang saat ini menjadi status adik ipar kami berasal dari negera yang dimana Adikku sangat suka dengan Film Harry Potter. Inggris tepatnya.
Dia bukan lagi bule yang selalu iseng diucapkan adikku, kalau dahulu adikku selalu ingin dapat jodoh orang Jerman (hanya bercandaan saat ditanya sama ibuk-ibuk dan tetangga rumah perihal mana calonnya). Sekarang ucapan itu menjadi kenyaatan yang dibayar kontan dan pengorban dari bule Inggris hehe. Kami (kakak-kakaknya) selalu menyeleksi sebelum akad terjadi bagaimana perilakunya, bagaimana adaptasinya dan semuanya telah di approve oleh kakak tertua dan kakak kedua.
Dan kala itu, dalam musim yang berganti dari kemarau ke semi, laki-laki pujaanya jauh-jauh dari Inggris yang berada di benua Eropa datang ke Benua Asia. Bertemulah mereka di Indonesia dalam tempat yang Tuhan ridhoi untuk mereka melangkah dan hidup bersama.
Perjalanan yang panjang, perjuangan yang tak mudah tentu telah mendewasakan masing-masing dari mereka.
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞
Sebagai seorang kakak,
Aku telah melihat adikku ini dicintai oleh laki-laki yang tepat yang membuatnya bisa berkembang. Berkomunikasi dengan bahasa yang tidak biasa dia ucapkan. Namun perasaan saling mengasihi akhirnya membuat keduanya melebur dan saling berinteraksi serta saling mempelajari apa-apa saja perbedaan yang kental terasa diantara mereka.
Hingga, akhirnya menikah adalah awal tujuan keduanya dimulai.
- Ada harapan baru,
- Ada tujuan yang satu sama lain setuju,
- Ada pernyataan dan kepercayaan yang amat tingg
Terbentang ribuan mill jauhnya ada pengorbanan waktu dan rindu yang mereka relakan hanya untuk masa depan yang lebih baik.
Sepertinya ini akan menjadi impian kalian, bersatu dalam satu rumah yang sama, negara dan musim yang sama. Saling memasak, mencicipi masakan, menjemur baju bahkan jalan-jalan bersama di waktu yang tidak lagi berbeda 8 jam lamanya.
Yang membuatku semakin merinding akan TAKDIR adalah, saat adikku pernah berkata dalam status story instagramnya bahwa : Kelak aku bakal ke Pedington Station, dan Tuhan berkata :
"Maka aku kabulkan keinginanmu wahai anak manusia".
Dia bukan hanya ke Padington tapi juga hidup disana bersama laki-laki yang mencintai dan dicintai sepenuh kehidupannya. Semoga kebahagiaan selalu menyertai kalian ya adik-adikku. Dan aku percayakan tanggung jawab adikku tercinta ini kepada mas Bule.
Regards,
Dua Jendela

0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)