Kabar dan Sejarah Dunia
Indonesia pada Oktober 2026 ini sedang mengalami tragedi kebakaran hutan yang mainstream khususnya di Pulau Kalimantan dan berdampak secara luas sampai ke negara Malaysia dan Singapore.
Tragedi kebakaran ini bukan hanya meluluhlantakan hutan, habitat dan lahan di Kalimantan, namun juga merenggut korban jiwa, ISPA pada anak-anak dan orang dewasa serta tingkat udara yang amat sangat buruk.
Kebakaran yang terjadi di Indonesia pada hari ini, ternyata pernah pula dirasakan oleh warga Rusia. Tepatnya pada tahun 2010 silam, sebuah tragedi kebakaran hebat melanda Rusia di Rawa Portland dengan tanah gambut yang susah dipadamkan.
![]() |
| sumber gambar :id.rbth.com- Asap akibat kebakaran hutan di pedesaan menyelubungi kota Moskow. Vladimir Astapkovich/TASS |
Kebakaran hutan dan gambut tahun 2010 di Rusia merupakan salah satu bencana lingkungan terbesar dalam sejarah modern negara tersebut. Dipicu oleh gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai 35–40°C dan kekeringan terparah dalam 130 tahun, kebakaran ini menghanguskan sekitar 300.000 hektar lahan, menghancurkan ribuan rumah, serta menyebabkan polusi kabut asap beracun yang menyelimuti kota Moskow.
Kerugian ekonomi akibat bencana ini diperkirakan mencapai $15 miliar dengan puluhan ribu kematian tidak langsung akibat komplikasi hirupan asap dan panas..
Lalu bagaimana cara negara Rusia menangani bencana tersebut? Simak ulasannya di bawah ini :
Ketika asap tebal mengurung kota Moskow dan wilayah sekitarnya pada pertengahan 2010, pemerintah Rusia mengerahkan operasi darurat besar-besaran.
1️⃣. Mobilitas Pasukan Masif
- Lebih dari 200.000 petugas yang terdiri dari Kementerian Keadaan Darurat Rusia (EMERCOM), militer, pemadam kebakaran hingga sukarelawan dikerahkan ke lokasi-lokasi lahan gambut.
2️⃣. Penyiraman Air dari Udara (Water Bombing)
- Armada pesawat pemadam seperti : Beriev Be-200 (pesawat amfibi raksasa) dan helikopter Mi-8/Ka-32 dikerahkan untuk menjatuhkan puluhan ton air per putaran ke titik-titik api.
3️⃣. Pengalihan Saluran & Pemompaan Air Darurat
- Karena penyiraman dari atas saja tidak cukup untuk memadamkan tanah gambut yang dalam, tentara militer membangun instalasi pipa air darurat sepanjang puluhan kilometer untuk memimpa air dari sungai-sungai terdekat langsung ke area rawa gambut.
4️⃣. Bantuan Internasional
- Rusia menerima bantuan armada air, peralatan, dan personel dari belasan negara tetangga (seperti Belarus, Ukraina, Armenia, Azerbaijan hingga negara-negara Eropa)
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞
Langkah pencegahan dan perbaikan utama yang dilakukan Rusia setelah 2010 adalah:
.
1️⃣. Proyek Pembasahan Raksasa (Rewetting Project)
- Melalui kerja sama antara Pemerintah Oblast Moskow, Kementerian Lingkungan Hidup Rusia, serta organisasi lingkungan seperti Wetlands International, Rusia menjalankan salah satu proyek restorasi gambut terbesar di dunia.
.
2️⃣. Penyumbatan dan Penutupan Kanal Drainase
- Ratusan kanal pengeringan buatan manusia disumbat dan ditutup menggunakan sekat penahan air. Ini menahan air hujan dan air permukaan agar tidak mengalir keluar, sehingga permukaan air tanah (water table) kembali naik.
.
3️⃣. Mengembalikan Gambut ke Kondisi Rawa (Wetlands)
- Dengan membiarkan lahan tergenang air kembali secara alami, lapisan organik di bawah tanah menjadi basah kuyup. Gambut yang basah secara alami mustahil untuk tersulut api.
Dan hasilnya Program pembasahan kembali (rewetting) lebih dari 35.000 hingga 40.000 hektare lahan gambut terlaksana dengan sukses.
Ketika gelombang panas kembali melanda wilayah Rusia pada tahun-tahun berikutnya, area gambut yang telah dibasahi kembali terbukti tidak lagi terbakar dan berhasil menghindarkan Moskow dari ancaman kabut asap beracun berulang.
Sumber referensi :
instagram @galeri.fakta
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞

0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)