Busway koridor 12 (Sunter Boulevard to Penjaringan)
Saat kami masih menunggu busway koridor 12, datanganya dari arah kiri kami busway dengan nomor yang sama, tapi itu masih menuju ke MOI belum putar balik ke Penjaringan. Tadinya aku mau ajak Bapak naik nomor 12 yang arah MOI itu sekalian ikut muter sebelum nantinya akan kembali ke Sunter Kelapa Gading karena Aku lihat kursi buway banyak yang kosong ditambah Aku cukup khawatir kalau nanti yang betulan nomor 12 yang sudah arah Penjaringan tidak ada kursi yang kosong lagi. Tapi niat itu aku urungkan dan tetap menunggu sampai busway arah Penjaringan tiba.
Penantian kami berbuah manis, dalam 10 menit kami menunggu, Halte Penjaringan yang tiba masih terdapat banyak kursi yang kosong, terpantau Aku buru-buru masuk ke dalam busway dan mencari 2 kursi kosong untuk Bapak juga.
Alhamdulillah dapat juga 2 kursi kosong, soalnya jarak dari Sunter ke Penjaringan jauh banget belum macetnya bisa sampai 1 jam lebih bahkan kalau jam kerja mungkin 2 jam harus ditempuh. Makanya sebisa mungkin Aku ajak Bapak naik busway koridor 12 ini di jam sore sebelum jam krusial para pekerja pulang, udah alamat dah macetnya itu.
Menikmati pengalaman dengan seksama adalah Bapak naik Transjakarta
Aku dan Bapak duduk di bangku baris sebelah kiri. Dengan bagian depan bangku prioritas yang menghadap ke arah pintu.
Berkali-kali aku info ke Bapak buat istirahat atau tidur sejenak karena perjalanan akan memakan waktu yang tidak sebentar, tapi Bapak memilih untuk tetap terjaga sekalian lihat kota Jakarta buat pengalaman katanya.😊😊
Pas sampai di halte Sunter Karya ada beberapa penumpang turun, kebetulan kosong 2 kursi sisi sebelah kanan kami. Aku bergegas menggeser tas dan badanku ke kursi pojok sebelah kanan itu. Bapak aku ajak masih bergeming di kursi pojok sisi kiri busway, barulah setelah aku ajak kembali Bapak ikut pindah disamping aku. Mungkin lagi asik melihat sekeliling jalanan dari kaca bus ya hehe.
Karena kondisi busway lega, Aku ajak Bapak tukeran posisi duduk biar Bapak di pojok kaca dan aku di samping Bapak. Karena posisi pojok dekat kaca lebih efisien buat melihat seisi luar busway. Saat halte busway tiba di Halte Danau Agung, Aku dan B😎apak bertukar posisi duduk. Dan sekarang sudah nyaman, semakin banyak orang yang naik tapi kami sudah dalam posisi duduk dan bersandar kepada Tuhan Aamiin.
Bapak juga Aku ceritain kalau Halte Danau Sunter atau Danau Agung adalah tempat pemberhantian kala aku kerja di Sunter dulu. Bapak sampai terheran-heran karena jaraknya begitu jauh khawatir sudah pasti Aku terbayang begitu lelahnya melakukan aktivitas dari berangkat sampai pulang ke rumah.
But its ok Bapak, aku sudah melewati dan bisa melampaui itu jadi doakan saja ya anakmu ini. 💗
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞 man
Bapak benar-benar sangat menikmati perjalanan ke Penjaringan dengan busway. Aku saja merasa ngantuk, tapi beliau masih terus memandang ke luar jendela bahkan menoleh ke arah kiri Aku pun bisa dihitung jari, karena arah pandanganya fokus ke sebelah kanan sisi jendela. Sehat-sehat terus ya Romo, Bapaku yang hebat ini,..
Daftar Isi :
ⓛ Pengalaman Naik TransJakarta Bersama Bapak di Tengah Teriknya Cuaca Jakarta dalam Koridor 11 dan 10 (Part 1)
②Perjalanan dari Utara ke Selatan Dari Halte Sunter Kelapa Gading Menuju Halte Penjaringan (Part 2)
④ Jembatan 2 Menuju Kos yang Cukup Hetic Tapi Berakhir dengan Syukur (Part 4 End)
②Perjalanan dari Utara ke Selatan Dari Halte Sunter Kelapa Gading Menuju Halte Penjaringan (Part 2)
③ Selalu Ada Cerita Lucu di Perjalanan Bersama Bapak (Part 3)
④ Jembatan 2 Menuju Kos yang Cukup Hetic Tapi Berakhir dengan Syukur (Part 4 End)


.jpeg)



0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)