Berkali kau akan menemukan celah perbedaan
Perpedaan pendapat yang tak kunjung menemukan kata sepakat
Saling diam dan acuh saat emosi memuncaki isi kepala
Ternyata itulah esensi sebuah "rasa"
Yang disatukan dalam atap yang sama
Tahun berganti tahun, saling memahami memiliki tingkatannya
Saat seorang merasa terabaikan, seorang lagi menenangkan
Saat seorang merasa tidak bisa berbuat banyak,
seorang lagi mengambil alih melakukan banyak hal
Saling mengerti bahwa "rasa" yang dikelola inilah "bentuk saling melindungi".
Tidak membiarkan berlarut-larut dalam diam
Tidak mengalah pada ketidaksamaan
Kita saling melaju, melangkah perlahan dan tidak berpikir untuk saling mendahului
Acapku yang terlalu ringan, juga ucapmu yang terdengar sumbang
Kita selalu berusaha merasakan bahwa,
Ada pesan yang ingin kita utaraan dengan sepenuh jiwa
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞 man
Kembalilah, jiwa yang mengucap janji suci itu
Kemarilah jika kau merasa perlu rumah untuk tinggal
Kita semakin di dewasakan oleh perbedaan,
Tidak lantang menyuarakan ketidaksukaan, justru saling melengkapi
Kita percaya bahwa "takdir" akan indah jika bersandar kepada Sang Maha Pencipta
Kita adalah serpihan yang berserakan
Lalu saling menyapu dalam kumpulan perbedaan
Apa pun yang akan terjadi kelak, kita adalah manusia yang "sudah menyatukan rasa"
Bukan hanya soal dunia, tapi juga kehidupan selanjutnya..
Semua terangkum dalam keseluruhan isi perjalanan, perbedaan, kedewasaan, cinta, dan keyakinan kepada Sang Maha Pencipta.
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞 man

0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)