Sifat yang selanjutnya adalah:
4. Al-Haddaqah
- Berumah tangga memiliki hak dan kewajiban bagi masing-masing peran suami dan istri. Salah satunya adalah kewajiban seorang suami untuk menafkahi istri maupun anak-anaknya. Hal ini juga dijelaskan secara jelas pada surah Al-Baqarah ayah 233, yang artinya :
"Kewajiban ayah menanggung makan dan pakaian mereka dengan cara yang patut. Seseorang tidak dibebani, kecuali sesuai dengan kemampuannya..."
Namun pada perempuan yang memiliki sifat Al-Haddaqah ini akan selalu merasa tidak puas, berboros-boros akan belanja, impulsif, apa saja dibeli tanpa melihat intensitas kebutuhan mana yang penting dan mana yang tidak terlalu penting. Secara finansial, suami akan merasa terbebani dengan perempuan Al-Haddaqah ini, walau pendapatan tinggi sekalipun sang Istri akan tetap berfoya-foya untuk menghabiskan uang suami.
5. Al-Barraqah
Sifat yang ke lima adalah Al-Barraqah, kata ini memilik 2 arti, yaitu :
- Perempuan yang suka berhias atau berdandan sepanjang hari.
- Perempuan yang suka mengata-ngatai makanan.
Dalam konteks suka berdandan (nomor 1),
perempuan ini suka berdandan sepanjang waktu tanpa mengetahui tempat dan waktu, istilahnya terlalu berlebihan. Berdandan akan menjadi nilai sunnah jika tujuannya hanya ditujukan kepada suami, atau berada di dalam rumah saja.
Namun dalam bidang pekerjaan, bersolek atau berdandan diperbolehkan asalkan masih dalam koridor yang sederhana, tidak berlebih-lebihan atau tidak ada tujuan untuk menggoda laki-laki.
Sedangkan pada nomor 2,
perempuan yang suka mengata-ngatai makanan artinya ia selalu mencela makanan yang diberi maupun dibeli oleh suami kepadanya.
6. Al-Shaddaqaah
- Dalam rumah tangga, dianjurkan memperkuat komunikasi dengan pasangan. Namun, akan berbeda arti jika perempuan terlalu banyak berbicara dalam makna negatif seperti kerap bergunjing, menggosip. Perempuan seperti ini kelak akan selalu mengomentari hal-hal negatif pada diri suaminya.
Terlebih apabila sang suami melakukan kesalahan, daripada melihat kesalahan tersebut dengan kasih sayang dan pemaafan, wanita Al-Shaddaqaah akan terus mencibir tanpa henti.
7. Kay'atul-Qafaa
- Kay'atul-Qafaa artinya perempuan dengan reputasi yang buruk. Laki-laki selalu mencari perempuan yang baik-baik sebagai pasangan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anaknya kelak.
Perempuan dengan sifat Kay'atul-Qafaa ini memiliki reputasi yang buruk dalam kesehariannya, misal bermalas-malas dalam beribadah, tidak mengutamakan adab terhadap orang tua dan sebagainya. Maka sudah sewajarnya laki-laki harus menghindari perempuan seperti ini untuk dinikahi. Karena keberkahan berumah tangga akan datang jika pasangan saling berbaik sangka serta menjalankan ibadah secara bersama-sama.
Dan itulah 7 sifat dari perempuan yang menurut Al-Ghazali tidak dianjurkan untuk laki-laki nikahi. Semoga artiel ini bermanfaat ya, See you next article 😊🥰
Baca juga artikel menarik lainnya 📰🗞

0 Comments
Tinggalkan Pesanmu disini :)