Subscribe Us

Advertisement

PART 1 - Ngopi time ! Rencana yang tidak mendadak tapi terlaksana

Rabu, 23 September 2026 - Planning yang disepakati


sumber gambar : Dua Jendela


Jadi hari rabu lalu, saya dan Aini chat iseng sekalian mengusir rasa kantuk di pagi hari kala itu. Iseng-isenglah saya nanya ke dia "Sabtu ini free nggak, atau ada jadwal ngaji?"

Ternyata, jadwal ngaji Aini yang biasanya sabtu malam atau malam minggu sekarang ganti ke sabtu pagi. Jadi dia free dan saya ajak ngopi time. Awalnya dia tanya mau ngopi dimana?,
Lalu saya usul di tengah-tengah saja misal daerah senen atau Tebet juga bisa hehe

Tapi Aini usul kalau ketemu di Kopi Tuku aja daerah Pondok Bambu gimana? Dan itu deket sama rumah luh, katanya. Pas saya cek, wah ternyata emang deket kalau pakai motor 10-12 menitan bahkan kurang sih.



Tanpa ba-bi-bu saya setuju, dan sabtu siang kami mengkonfirmasi lagi jadi apa nggak nih hari ini jadwal ketemunya.
Aini bilang, kalau dia keluar kerja jam 4 sore, sementara saya libur di hari sabtu. Dan dia saranin aku supaya berangkat nanti aja, pas dia udah deket sama outlet kopi biar saya nggak menunggu terlalu lama.

Jadinya, saat sore tiba jam 4 tepatnya, saya siap-siap setelah sebelumnya menunaikan shalat ashar terlebih dahulu.
Jam 4 lebih 20, Aini mengabari kalau dia sudah mau sampai, okay lah saya isi OVO dulu, lalu tepatnya pada jam 4 lewat 40 menit saya order grab.

Grab datang juga, tapi pas mulai jalan bapaknya bawa pelan banget mungkin 30km per jam, tapi itu bukan masalah karena saya tidak sedang buru-buru juga. Cuman ngebatin aja, kok pelan banget jadi ngantuk penumpang ini hehe


Perjalanan kayaknya ada 25 menit deh, karena grabnya super pelan. Pas sampai lokasi, Aini sudah duduk di kursi depan outlet. Segera saya turun dan menyerahkan helm ke abang grab lalu menemui Aini.


sumber gambar : Dua Jendela



Ternyata dia juga baru banget sampai kurang lebih 3 menitan. Syukurlah Alhamdulillah, langsung aja kita masuk ke dalam outlet dimana sudah ada antrian yang cukup panjang di depan kasir. Sementara untuk tempat duduk masih ada yang kosong baik di dalam maupun di area smoking.



Demi kenyamanan saat ngobrol, kami memutuskan untuk ambil posisi duduk di dalam saja. Dan mengantri cukup lama karena memang lagi ramai sore itu. Akhirnya kami berdua pesan menu kopi yang paliing favorite yaitu "Kopi susu tetangga" dangan donut sebagai desert menemani kopi.

 



Setelah kami memesan dan pesanan telah ready, kami ambil dan mencari tempat duduk. Duduklah kami di dekat jendela tepatnya dekat pintu masuk, lalu mulai mencicipi pertama kalinya brand "Kopi Tuku" yang katanya lebih enak daripada brand kopi lainnya. Dan bener saja sih, kopinya lembut ngeblend di lidah. Gak salah emang orang pada suka ngopi disini hehe.

sumber gambar : Dua Jendela


Sambil menikmati kopi dan tidak ketinggalan makan donat, kami ngobrol-lah berbagi hal mulai dari kerjaan, pribadi dan apa saja yang memang mengalir begitu saja. Dari jam 5 lewat 5 menit sampai tidak terasa sudah mahrib, dan setegah tuju saya shalat di mushala Kopi Tuku.

Jujur sih, tempatnya nyaman, mushalanya bersih rapi adem, toiletnya juga bersih dan wangi. Bakal kesini lagi next time insyaAllah hehe.

Karena Aini mau makan juga, jam 7 kurang 15 aku sempetin buat order kopi buat di bawa pulang ukuran 1 liter. Harga 1 liter kopi tuku "susu tetangga" dibandrol  Rp 15.000 dan mereka tidak menyediakan kantong. Walhasil aku taroh di dalam tas, tanpa membawa es batu yang begitu banyak di kasih pelayannya haha.


sumber gambar : Dua Jendela


Oh iya sebelum kami keluar outlet, kami sempatkan keliling ke Toserbaku, iyah jadi di Kopi Tuku ini ada area Toserba yang menyajikan pernak pernik aksesories dan bisa kita beli. Kaya ada tumbler, kaos, payung, cangkir dan sebagainya. Jadi boleh kalian mampir dan coba ke semua outlet di daerah mana pun biar hunting langsung dan tidak lagi penasaran.


sumber gambar : Dua Jendela



Setelah itu, kami lanjut ke Solaria buat menikmati makan malam sambil melanjutkan obrolan. 👋👋

Lanjut PART 2 - Menikmati Sapo Tahu dan Tempat yang Cozy di Solaria Pondok Bambu



Post a Comment

0 Comments