Menceritakan tentang dua anak manusia
Di situasi dan tempat itulah kami dipertemukan. Tidak ada banyak pembicaraan, tidak dekat dalam kelompok pembelajaran. Cenderung merasa acuh, tidak kenal bahkan kadang hanya mengetahui saat absen dosen diinfokan.
Namun takdir memang memiliki banyak jalan yang tidak pernah bisa ditebak manusia. Dari hobby yang sama-sama menyukai alam, pertama kalinya kami melakukan pendakian. Namun saat itu hanya sekadar teman jalan dan itu pun ramai-ramai. Hingga akhirnya, saat travelling kesekian tiba, terbesit cara bagaimana untuk membaca sifat dan perilakunya dengan menghadirkan sosoknya di lingkungan baru, orang-orang baru, teman baru baginya.
Dan pada saat itu, semua terlihat sedikit demi sedikit, bagaimana sikapnya dalam menangani masalah, berkomunikasi dengan orang-orang baru yang notabene adalah teman kerja dan teman dari temanku. Namun, dia begitu membaur dengan baik, tenggang rasa saling silaturahmi.
Hingga akhirnya beberapa perjalanan pendakian, sifatnya melululuhkan aku yang keras kepala ini. Aku hanya pernah dan ingat sekali saat itu turun gunung dalam kondisi hujan lebat, jalanan super terjal. Bermodalkan pick up yang memang satu-satunya akomodasi untuk para pendaki turun dari basecame ke termina bus Garut.
Hujan yang terus mengguyut Garut di lereng-lereng perkebunan tinggi kala itu berhasil membuat mobil pick up yang kami dan rombongan pendaki lainnya tumpangi tiba-tiba mogok. Lebih tepatnya karena tersangkut bebatuan jalan yang terjal. Alhasil semua penumpang pick up turun, masih dalam guyuran hujan deras sore itu selepas turun dari Cikuray.
Beberapa perempuan hanya minggi dan menjauh dari mobil, sementara segerombolan laki-laki ikut membantu supir untuk mendorong mobil supaya bisa melewati batu besar yang menhambat perjalanan.
Tepat, tepat saat itu, saat hujan membasahi rambutnya, dia berada di atas pick up untuk mengecek dari atas dan saat itu 10 detik waktunya, aku melihat sosoknya tanpa berkedip dan berbicara dalam hati dengan suara lirih,
"Maaf, aku belum bisa mencintai kamu saat ini. Tapi, tidak tahu nanti."
Aku juga tidak paham kenapa hatiku berbicara seperti itu dalam hati, mengingat aku kurang nyaman kalau dia dekat atau perhatian saat itu. Tapi kalau dipikir-pikir jutek sekali pribadi saya kepada dia kala itu hehe.
Niat serius datang harus dengan tulu
Sampai akhirnya, kamu mendatangi kampung halaman aku pada 1 Januari 2021. Sebuah pencapaian yang tiba-tiba dikabarkan kalau kamu sampai di desaku tapi nyasar sampai ke rumah mbahku di beda rukun tetangga hehe.
![]() |
| sumber gambar: Dua Jendela |
Syukurlah walau sinyal kurang bagus saat itu, akhirnya kamu sampai di rumah orang tuaku dan saat itu bertepatan hari jum'at dan sudah mau masuk shalat jum'at. Jadinya baru sampai ke rumah duduk 1 menit langsung siap-siap melaksanakan shalat jum'at bareng bapak dan sama adikku melaju ke RT yang berbeda, cukup jauh kalau jalan kaki mengejar waktu jum'atan.
Namun ada hal menarik, sekali lagi ini momen kocak dan bikin orang tua aku teringat selalu, dimana motor yang kamu naiki sama adikmu tiba-tiba gak kuat nanjak dan oleh sampai mundur lalu jatuh ke kiri jalan.
Saat itu, orang tuaku begitu khawatir terlebih kamu tamu dan baru datang, langsung kena aja cobaan hehe. Langsung suruh bersih-bersih bajunya. Karena motornya kebanting, untungnya ada tetangga di atas rumah yang mengantar adik kamu ke masjid, sementara Bapak dibonceng sama kamu hehe.
Alhamdulillah berawal dari sinilah, perjalanan terus dilangkahkan dengan kedua kaki walau tertatih namun tetap berjuang hingga akhirnya, lambat laun hati ini ikut terangkut.
- Saat dimana kamu menemani aku ke terminal bus untuk mengantarkan aku pulang kampung.
![]() |
| sumber gambar: Dua Jendela |
- 22 Oktober 2022 menyelesaikan rangkaian skripsi dan tugas akhir
![]() |
| sumber gambar: Dua Jendela |
Waktu yang dinanti tiba
Hingga tahun baik itu datang, memantapkan hati dan langkah untuk menyelami universitas kehidupan bersama. Dan iyah, saat ini sosoknya telah menjadi imamku, pemimpin bagi dunia dan akhiratku dan aku katakan pada 2 diary yang aku tulis tentangnya bahwa aku bersyukur memilih dan memiliki kamu dalam perjalanan hidupku ini.
![]() |
| sumber gambar: Dua Jendela |
Terima kasih partner hidupku, teman hidup, imamku, dan kepala rumah tanggaku, sehat selalu ya kang mas. 💙💙
1Kita Cuman Bisa Jatuh Cinta 3x ?›2Saya Ingin Menulis Banyak Hal Tentang "Kamu" .. [Hari ini dan nanti]›3Aku tidak bisa menjanjikan hati yang penuh dan utuh›4Takluk Bersama Alam› 5Sembunyikan Rindu› 6Tua Berkelana dan Bercerita›







0 Comments